Kenapa Sih Para Musisi Banyak yang Rilis Lagu di Hari Jum’at?

16 Apr 2021,

It’s Friday theen, it’s Saturday, Sunday, what??

Yes, hari Jum’at selalu menjadi hari yang menyenangkan bagi para pecinta musik di seluruh dunia. Mulai dari pecinta musik di dalam negeri, hingga luar negeri. Bagaimana tidak? Selain karena hari Jum’at yang memang menjadi awal dari akhir pekan, juga karena banyaknya musisi yang merilis lagu-lagu mereka di hari tersebut.

Namun, bagaimana awal mulanya para musisi banyak merilis lagu pada hari Jum’at?

Semua berawal pada bulan Agustus 2014 dimana terjadi sebuah perbincangan hangat di kalangan label mayor dan para penjual rilisan fisik musik. Dalam perbincangan itu, mereka ingin diadakan satu hari khusus untuk merilis album-album musik dari seluruh musisi.

Obrolan ini sendiri menjadi santer dibicarakan karena latar belakang dari keinginan para label dan penjual rilisan fisik musik ini adalah untuk menghindari adanya pembajakan karya dari musisi mereka. Mereka sadar dengan adanya tanggal perilisan yang tidak serentak di seluruh dunia, membuat terbukanya peluang pembajakan musik.

Perlu diketahui, dilansir dari CNN Indonesia, para musisi sebelumnya merilis lagu-lagu mereka dalam bentuk album di hari yang berbeda-beda. Sebagai contoh, banyak lagu dirilis pada hari Senin di Inggris, dan hari Selasa di Amerika Serikat. Lalu, di beberapa negara seperti Jerman, Australia, dan Irlandia, karya-karya musisi tersebut dijual pada hari Jum’at.

Baca juga:
Sastra, Orang Tua, Musik dalam Bahasa yang Berbeda, dan Hal-Hal Lainnya Tentang Yung Raja
Terjerat Morad: Nama Baru yang Akan Melesat Cepat

Perbincangan ini ternyata berhasil merebak ke seluruh dunia. Bahkan, obrolan ini juga didengar oleh para petinggi dari International Federation of the Phonographic Industry (IFPI), yang mana merepresentasikan industri musik dunia.

CEO IFPI, Frances Moore, memberikan tanggapannya tentang keinginan para pelaku industri musik dunia. Kepada Billboard, ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh para label dan para penjual rilisan fisik adalah untuk para konsumen.

“Konsumen telah memberitahukan kami melalui beberapa penelitian yang dilakukan di beberapa negara dimana mereka menginginkan lagu baru pada hari Jum’at dan hari Sabtu, hingga akhirnya hal itulah yang mengarahkan kami kepada kampanye ini,” kata Moore.

Selain itu, Moore juga menambahkan bahwa dua pilihan hari tersebut juga diamini oleh para penjual rilisan fisik dimana dapat mempengaruhi peningkatan keinginan untuk membeli dari masyarakat dan aktivitas di sosial media, dapat mengarah kepada peningkatan penjualan.

Baca juga:
Fresh Music Weekly Indonesia Minggu Kelima Bulan Maret, Ada Lagu Baru dari Ghaitsa Kenang, hingga Mahalini

Alhasil, IFPI pun akhirnya menentukan tanggal 11 Juli 2015 sebagai Global Release Day, yang dapat menjadi patokan bagi seluruh musisi untuk merilis lagu di hari Jum’at. Hal ini pula yang membuat para layanan streaming musik digital untuk membuat program yang mengumpulkan rilisan-rilisan musik setiap minggunya pada hari Jumat, contohnya adalah Spotify dengan playlist New Music Friday mereka.

Kebijakan dari IFPI ini juga diamini oleh perwakilan dari label mayor, yakni Edgar Berger yang merupakan chairman dan CEO dari Sony Music Entertainment. Menurut Edgar Berger, berita ini adalah kabar baik untuk pecinta musik dimanapun. Ia pun menambahkan bahwa adanya hari yang ditetapkan seperti ini, lagu-lagu hits dapat datang dari mana saja dan menyebar kemana saja. Hal ini juga dapat membantu semua artis untuk meraih fan base mereka secara global di hari yang sama.

 

Penulis: Muhammad Aditya Hernanto
Foto: Dokumentasi Musicvibe oleh Mustofa, ilustrasi penikmat musik


SHARE :