Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 Tunjukkan Magis Candi Prambanan di Hari Kedua Agenda

04 Nov 2020,

Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 akhirnya sukses terlaksana dengan sangat memukau. Dua hari penampilan para musisi dalam negeri di atas panggung berhasil membuat para penonton menikmati penampilan mereka.

The Everyday Band membuka acara ini dengan sangat ceria. Menyanyikan beberapa karya miliknya, termasuk anthem dari acara Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 yang berjudul Kapan Ke Jogja Lagi serta lagu terbaru mereka berjudul Pesta membuat para penonton terasa bersemangat.

Meriahnya penampilan The Everyday Band mengarahkan kita ke penampilan cantik nan hangat dari Nadin Amizah. Dengan gaunnya yang sangat anggun ditambahkan suara lembutnya yang indah membuat para penonton terpaku di depan layar mereka masing-masing.

Membawakan lagu-lagu dari album Selamat Ulang Tahun seperti megahnya Sorak Sorai, lembutnya Bertaut, serta lagu lainnya yang berjudul Rumpang mengantarkan kita untuk menikmati indahnya kolaborasi antara semesta dengan ciptaan manusia, yakni matahari terbenam dan Candi Prambanan.

Baca juga:
Nadin Amizah Hadiah Dirinya Sebuah Album di Ulang Tahunnya
Ini Lagu Terbaik Nadin Amizah di Album “Selamat Ulang Tahun” Menurut MusicVibe

Malam mulai terbit, kita pun disajikan dengan penampilan musik keroncong yang magis bersama Orkes Sinten Remen bersama dengan seniman Endah Laras. Nuansa seni Jawa dipertemukan dengan budaya Belanda yang kental mereka bawakan melalui lagu-lagunya, salah satunya Geef Mij Maar Nasi Goreng.

Selain itu, Orkes Sinten Remen juga memberikan tribute kepada salah satu seniman asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto, yang telah meninggal beberapa waktu lalu. Tribut ini pun mereka laksanakan sembari menghadirkan video percakapan dengan orang terdekatnya, salah satunya adalah sang anak yakni Gusti Arirang.

Penampilan malam itu semakin terasa hangat dengan hadirnya Andmesh dengan lagu-lagu cintanya. Tembang Hanya Rindu dan Cinta Luar Biasa menggema di Kawasan Candi Prambanan dengan sangat romantis. Jika acara ini dilaksanakan secara langsung dan terbuka, dapat kita bayangkan betapa romantisnya malam itu di Prambanan.

Andmesh memang membuat malam menjadi romantis, namun malam ini tidak hanya ditujukan untuk kalian yang sedang kasmaran. Pamungkas niak ke atas panggung untuk menghibur jiwa-jiwa sendiri yang menonton Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 di rumah.

Flying Solo, Bottle Me Your Tears, hingga One Only menjadi lagu yang berhasil menghibur penonton. Syahdunya To The Bone bahkan membuat hujan pun turun di Kawasan Candi Prambanan yang membuat Pamungkas harus menutup penampilannya lebih awal.

Hujan sempat mereda dan mempersilahkan Ardhito Pramono untuk naik ke atas panggung lagi. Namun, baru membuka penampilannya lewat Say Hello, hujan kembali berlanjut dan membuat panggung menjadi licin. Ia pun sempat terpeleset dan terjatuh di atas panggung.

Namun, karena cuaca semakin memburuk, penampilan dari Ardhito Pramono harus dipotong dan tidak dilanjutkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia pun bahkan menjanjikan penampilan lainnya dalam sebuah intimate showcase yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

Baca juga:
Ardhito Pramono Visualisasikan Lagu “Happy” Lewat Video Tragis
Sempat Terganggu Hujan, Pambanan Jazz Virtual Fest 2020 Tetap Memukau Penonton

Cuaca pun akhirnya membaik dan mempersilahkan Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 melanjutkan agendanya. Yura Yunita pun akhirnya naik ke atas panggung untuk menutup acara legendaris ini. Lagu terbaru dari Yura, Hoolala dan Harus Bahagia menjadi momen yang membuat penampilannya semakin meriah.

Hujan sempat turun kembali dan para kru dari Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 sempat membawakan tenda ke atas panggung. Bahkan dengan adanya hujan yang turun, membuat penampilan Yura semakin magis, terutama saat ia menyanyikan lagu berjudul Intuisi.

Acara ini pun akhirnya ditutup dengan sangat meriah dan sukses. Permasalahan dengan kondisi cuaca yang ada memang semat menghambat jalannya acara. Namun di beberapa momen, hujan bahkan membuat acara ini menjadi magis dan menarik.

Konsep virtual dalam acara ini memang terasa cukup melelahkan karena dalam hari kedua acara berlangsung kurang lebih hingga pukul 22.00 WIB. Namun, dengan adanya beragam interaksi dengan para penampil dan orang-orang di balik layar Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 membuat acara ini tidak begitu membosankan.

 

Penulis dan Editor: Muhammad Aditya Hernanto
Foto: Dokumentasi Prambanan Jazz Virtual Fest 2020 dan Ricomm Squad


SHARE :